RATU SHIMA

Indikator Makro

Pertumbuhan Ekonomi
Triwulanan
Kabupaten Jepara

Data Terbaru : Triwulan 4 Tahun 2025

-2,29%

Q to Q

TW 4 2025
Dibandingkan
TW 3 2025

5,41%

C to C

TW 1-4 2025
Dibandingkan
TW 1-4 2024

3,93%

Y on Y

TW 4 2025
Dibandingkan
TW 4 2024


Grafik Pertumbuhan Ekonomi Triwulanan

Key Poin:
  1. 📈 Sektor primer turun 31.34% (qtq) di Q4 2025, setelah sebelumnya sempat meningkat 1.28% di Q3 2025 → mengindikasikan adanya faktor musiman yang kuat, seperti berakhirnya masa panen raya atau penurunan signifikan pada output pertambangan/energi di penghujung tahun, yang menyebabkan koreksi tajam setelah pertumbuhan positif di kuartal sebelumnya.
  2. 📊 Sektor sekunder turun menjadi -0.13% (qtq) dari 1.64% pada triwulan sebelumnya → mengindikasikan terjadinya stagnansi atau perlambatan aktivitas manufaktur dan konstruksi. Penurunan tipis ini menunjukkan sektor industri sedang melakukan konsolidasi atau menghadapi hambatan operasional sehingga tidak mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dari Q3.
  3. 💼 Sektor tersier tumbuh 3.75% (qtq), naik dari -0.23% di Q3 → menunjukkan pemulihan konsumsi rumah tangga dan peningkatan aktivitas jasa (seperti transportasi, hotel, dan perdagangan) yang biasanya terdorong oleh momentum libur Natal dan Tahun Baru, membalikkan tren negatif dari kuartal sebelumnya.
  4. 🟢 Pertumbuhan total ekonomi (qtq) mengalami penurunan sejumlah 2.29%, melambat dari pertumbuhan sejumlah 0.69% pada Q3 → menandakan kontraksi ekonomi secara kuartalan yang disebabkan oleh besarnya bobot penurunan di sektor primer, yang dampaknya lebih besar daripada pertumbuhan positif di sektor jasa, sehingga menahan laju ekspansi ekonomi nasional di akhir tahun.
  5. 📊 Pertumbuhan kumulatif sektor primer (ctc) turun sejumlah 0.10%, berbeda dengan sektor lainnya yang mengalami peningkatan (sektor sekunder meningkat 4.80% dan tersier meningkat 7.35%) → Menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, sektor primer mengalami performa yang paling tertekan dibandingkan sektor lain. Ketimpangan ini mengonfirmasi bahwa mesin pertumbuhan ekonomi saat ini lebih didorong oleh sektor sekunder dan tersier (hilirisasi/jasa) daripada sektor ekstraktif/agraria.
  6. 🔄 Pertumbuhan tahunan (yoy) sektor primer turun sebesar 19.67%, sementara sektor sekunder meningkat 4.78% dan tersier juga mengalami peningkatan sebsar 8.94% → Menandakan adanya penurunan kapasitas produksi yang bersifat struktural atau hambatan eksternal yang masif (seperti penurunan harga komoditas global atau anomali cuaca ekstrim) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
  7. 🧮 Total YoY di Q4 2025 adalah 3.93%, menurun dibanding Q3 (5.73%) → Menunjukkan bahwa meski secara tahunan ekonomi tetap tumbuh, namun kecepatan pertumbuhannya melambat secara signifikan. Hal ini memberikan sinyal waspada bagi pembuat kebijakan bahwa daya dorong ekonomi mulai kehilangan tenaga di kuartal terakhir.